Advertisements

New Post

Rss

Rabu, 11 Mei 2016
no image

NAJIS

A. NAJIS

A. Arti Najis

S : Apakah arti najis menurut syara' ?

J : Arti najis menurut syara', yaitu segala sesuatu yang mencegah sahnya shalat, dan diharamkan juga memakannya.

B. Macam Najis

S : ada berapakah najis itu ?

J : Najis itu ada tiga, yaitu :

1. Najis Mughallazhah. Artinya najis yang sangat berat.

2. Najis Mutawassithah. Artinya najis yang pertengahan.

3. Najis Mukhaffafah. Artinya najis yang ringan.

1. Najis mughallazhah

S : Apakah najis mughallazhah itu dan bagaimanakah cara mensucikannya

J : Najis mughallazhah (berat), yaitu najis yang berat : yakni najis yang timbul dari anjing dan babi atau dari keturunan keduanya. Cara mensucikannya, lebih dahulu dihilangkan wujud najisnya, kemudian dibasuh dengan air yang bersih tujuh kali, dan salah satunya dicampur dengan tanah yang suci.

2. Najis Mutawassithah

S : Apakah najis Mutawassithah itu dan bagaimanakah cara mensucikannya ?

J : Najis Mutawassithah (sedang) yaitu najis yang bukan berasal dari anjing dan babi serta bukan dari keturunan keduanya.  Misalnya najis air kencing, tahi, darah, nanah, arak, muntah muntahan, bangkai binatang, susu binatang yang haram diamakan dan sebagainya. Cara mensucikannya cukup dibasuh dengan air yang bersih (suci) hingga hilang warna,  bau dan rasanya.

3. Najis Mukhaffafah

S : Apakah najis Mukhaffafah itu dan bagaimanakah cara mensucikannya ?

J : Najis Mukhaffafah (ringan), yaitu najis air kencing bayi laki-laki yang umurnya kurang dari 2 tahun dan belum makan apa-apa selain air susi ibu (asi). Cara mensucikannya cukup dengan memercikkan air diatasnya hingga basah,  meskipun tidak mengalir.

Keterangan
Najis air kencing anak laki-laki yang sudah makan makanan atau anak kecil perempuan atau khuntsa (banci), maka kencingnya dihukum najis Mutawassithah.

Selasa, 10 Mei 2016
no image

ISTINJA"

A. ISTINJA'

S : Apakah arti istinja' ?

J : Arti istinja' yaitu menghilangkan najis karena buang air kecil atau buang air besar dari tempat keluarnya,  dengan menggunakan air atau batu, hingga bersih (hilang najisnya).

A. Syarat Istinja'

S : Ada berapakah syarat istinja' itu ?

J : Syarat istinja' ada tiga, yaitu :

1. Menghilangkan rasanya.

2. Menghilangkan baunya.

3. Menghilangkan warnanya.

B. Rukun Istinja'

S : Ada berapakah rukun istinja' itu ?

J : Rukun istinja' itu ada empat yaitu

1. Orang yang beristinja'.

2. Ada yang diistinja'kan yaitu qubul dan dubur.

3. Adanya sesuatu yang keluar dari dua jalan yang kotor (qubul dan dubur) tersebut.

4. Cara beristinja' yaitu dengan air atau batu.

S : Bagaimanakah caranya apabila masuk WC ?

J : Apabila masuk WC, dahulukan kaki kiri kudian ucapkan :

Bismillaahi Allaahumma innii a'uudzubika minal-khubutsi wal-khabaa'its.

Artinya :
Dengan namamu ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan (kotoran) dan segala yang kotor.

S : Bagaimanakah cara beristinja' setelah buang air besar dan buang air kecil ?

J : Membasuh tempat keluarnya menggunakan tangan kiri dengan air yang suci atau batu hingga bersih, kemudian berdoa :

Allaahumma hasshin farjii minal-fawaahisyi wa thahhir qalbii minan-nifaaqi.

Artinya :
Ya Allah, peliharalah kemaluanku dari segala kekejian (kejahatan) dan sucikanlah hatiku dari (perbuatan) munafik.

S : Bagaimanakah caranya apabila keluar dari WC ?

J : Apabila keluar dari WC dahulukan kaki yang kanan kemudian ucapkan :

Al-hamdu lillaahi-ladzi adzhaba 'annil-adzaa wa 'aafaanii.

Artinya :
Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah menghilangkan penyakit dan menyehatkan aku.

Senin, 09 Mei 2016
no image

HUKUM

A. HUKUM

S : Apakah arti hukum ?

J : Arti hukum yaitu menetapkan suatu pekerjaan dan meniadakan suatu pekerjaan.

S : Terbagi berapakah hukum itu ?

J : Hukum itu terbagi menjadi tiga bagian yaitu :

1. Hukum syara'.

2. Hukum  adat. dan

3. Hukum akal.

A. Hukum Syara'

S : Apakah arti hukum syara' ?

J : Hukum syara' artinya perintah Allah Ta'ala. Misalnya shalat lima waktu, puasa Ramadhan, menuntut ilmu agama dan lain-lainnya.

S  : Apakah arti haram ?

J : Arti haram menurut syara', adalah suatu pekerjaan yang apabila dikerjakan mendapat siksa, dan apabila ditinggalkan (dapat menahan hawa nafsu) mendapat pahala. Misalnya mencuri, berzina,  berjudi,  berdusta,  menipu orang, mengumpat dan lain-lainnya.

S : Apakah arti sunnat ?

J : Arti sunnat menurut syara', adalah suatu pekerjaan yang apabila dikerjakan mendapa pahala, dan apabila di tinggalkan tidak mendapat siksa.

S : Apakah arti makruh ?

J : Arti makruh menurut syara', adalah suatu pekerjaan yang apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Misalnya merokok, makan jengkol, makan petai, dan sebagainya.

S : Apakah artu mubah ?

J : Arti mubah menurut syara', adalah suatu pekerjaan yang apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan tidak berpahala.Terkadang yang mubah itu menjadi sunnat. Umpamanya makan diniatkan agar kuat beribadah kepada Allah.

S : Apakah arti sah ?

J : Arti sah menurut syara', ialah cukup pada rukun dan syaratnya.

S : Apakah arti batal ?

J : Arti batal menurut syara', ialah apabila kurang salah satu rukun dan syaratnya.

B. Hukum Adat

S : Apakah arti hukum adat ?

J : Hukum Adat artinya menetapkan sesuatu yang telah dikenal oleh orang banyak dan telah menjadi kebiasaan mereka, baik berupa perkataan, perbuatan,  atau kebiasaan yang mereka tinggalkan.

S : Terbagi berapa bagiankah hukum adat itu ?

J : Adapun hukum adat itu terbagi atas dua bagian.

1. Hukum adat yang shahih, ialah sesuatu yang paling dikenal oleh manusia, dan tidak bertentangan dengan dalil syara', tidak menghalalkan sesuatu yang diharamkan, dan tidak pula membatalkan sesuatu yang waji. Misalnya kebiasaan memberikan perhiasan dan pakaian oleh peminang kepada wanita yang dipinangnya adalah hadiah, bukan bagian dari maskawin.

2. Hukum adat yang fasid, ialah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan manusia, akan tetapi kebiasaan itu bertentangan sengan syara', atau menghalalkan sesuatu yang diharamkan, atau membatalkan sesuatu yang wajib. Misalnya pada adat kebiasaan manusia terhadap berbagai kemungkaran (mabuk-mabukan judi dll.) Dalam berbagai acara seperti dalam pernikahan, sedekah bumi, sedekah laur, dan lain sebagainya.

C. Hukum Akal

S : Apakah hukum akal itu
J : Hukum akal yaitu menetapkan sesuatu atau meniadakannya menurut akal yang sehat.sedangkan akal yang sempurna (sehat) yaitu nur (cahaya) yang dimasukkan kedalam hari orang mukmin. Dengan cahaya itu dapatlah mengetahui suatu ilmu.yang tidak membutuhkan dalil ilmu nadhari  (ilmu yang dapat diterangkan)

S : Terbagi berapa bagiankah hukum akal itu ?

J : Adapun hukum akal itu terbagi atas tiga bagian.
Wajib. Mustahil. dan Jaiz

S : Apakah arti wajib menurut akal ?

J :  Arti wajib menurut akal, yaitu sesuatu yang tidak dapat di terima oleh akal atas ketiadaannya. Misalnya ada rumah, tentu ada tukang yang membikin rumah.

S : Apakah arti mustahil menurut akal ?

J : Arti mustahil menurut akal. Yaitu sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal keberadaannya.

S : Apakah arti jaiz menurut akal ?

J : Arti jaiz menurut akal. Yaitu sesuatu yang dapat diterima oleh akal, adanya dan tidak adanya. Misalnya : Allah Ta'ala menciptakan alam semesta ini, atau tidak menciptakannya.

Keterangan

Dari uraian diatas, kita ketahui arti wajib syara' dan wajib akal, bahwa keduanya memiliki arti yang berbeda.

1. Apabila dikatakan wajib atas setiap mukallaf (akil baligh) maka yang dimaksud adalah wajib syara'.

2. Dan apabila dikatakan wajib bagi Allah Ta'ala, maka yang dimaksud adalah wajib akal.

3. Demikian pula apabila dikatakan jaiz bagi mukallaf, maka yang dimaksud adalag jaiz syar'i

4. Dan apabila dikatakan jaiz bagi Allah Ta'ala, maka yang dimaksud adalah jaiz aqli (harus menurut akal).

Minggu, 08 Mei 2016
no image

AGAMA ISLAM

A. AGAMA ISLAM

S : Apakah agama islam itu ?

J : Agama islam yaitu peraturan berkehidupan manusia yang sesuai dengan akal dan pikiran, yang dibawa oleh utusan  Allah Ta'ala yang terpilih yaitu junjungan kita Nabi Muhammad saw. Untuk segenap manusia, memberi petunjuk supaya keluar dari kegelapan (kejahiliyahan) ke arah cahaya yang terang benderang, dan agama Islam itu adalah agama Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, yang menciptakan dan memiliki serta menguasai sekalian alam.

S : Untuk siapakah peraturan agama Islam itu dan bagaimanakah maksud tujuannya ?

J : Agama Islam, adalah peraturan untuk seluruh manusia yang hidup di dunia, agar terhindar dari kesesatan, dan supaya dapat mencapai kedamaian, kemuliaan, keselamatan, kesejahteraan, aman,sentosa, bahagia dan tinggi kedudukannya di dunia hingga di akhirat kelak.

A. Rukun Islam

S : Ada berapakah rukun Islam itu ?

J : Rukun Islam itu ada lima, yaitu :
 
1. Mengucapkan dua kalimat           Syahadat,  yaitu :

    Asyhadu an laa il ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.
Artinya :

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang wajib disembah dengan sebenarnya) selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah.

2. Mengerjakan shalat lima kali sehari semalam yaitu Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Shubuh.

3. Puasa pada bulan Ramadhan.

4. Membayar (mengeluarkan) zakat.

5. Pergi haji ke Baitullah (Mekkah)
Bagi orang-orang yang mampu.

B. Tanda Islam

S : Apakah tanda-tanda Islam itu ?

J : Tanda-tanda Islam itu ada empat, yaitu :

1. Mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, yang telah ditetapkan dalam agama Islam.

2. Suci lidahnya dari perkataan dusta (bohong).

3. Suci perutnya dari barang yang haram.

4. Suci badannya dari segala maksiat dan tamak.

C. Syarat Islam

S : Berapakah syarat islam itu ?

J : Syarat Islam  itu ada empat yaitu:

1. Sabar akan hukum Allah Ta'ala.

2. Ridha akan qadha (ketentuan) Allah Ta'ala.

3. Yakin dan ikhlas menyerahkan diri kepada Allah SWT.

4. Mengikuti firman Allah Ta'ala dan sabda Rasulullah saw. Serta menjauhi segala larangannya.

D. Yang Merusak Islam

S : Hal-hal apakah yang merusak Islam ?

J : Adapun yang dapat merusak Islam itu ada empat, yaitu :

1. Beramal tanpa ilmu, yakni mengerjakan ibadah dengan kebodohan.

2. Mengetahui segala perintah dan larangan dalam agama Islam, akan tetapi tidak di kerjakan.

3. Tidak tahu dan tidak mau bertanya (belajar)

4. Mencela orang yang berbuat kebajikan.

Kamis, 05 Mei 2016
no image

RUKUN IMAN


A.  POKOK IMAN

S : Berapakah pokok iman itu  ?

J : Poko iman itu ada tiga, yaitu :
  1. Iman Ilahiyyat artinya : iman yang berkaitan {ta’alluk} dengan tuhan  {Allah SWT.}
  2. Iman Nabaqiyyat Artinya : iman yang berkaitan {ta’alluk} dengan semua nabi.
  3. Iman sam’iyyat : Artinya iman yang berkaitan {Ta’alluk} dengan firman Allah dan sabda rasulullah saw.


B. NAMA IMAN

S : Ada berapakah nama iman ?

J : Nama iman itu ada dua .
  1. Yaitu. Aamantu billaahi wa bimaa qaalallaah. Artinya : Saya beriman kepada Allah Ta’la, dan apa yang difirmankan-nya
  2. Yaitu. Aamantu bir-rasuuli wa bimaa qaalar –rasul. Artinya : Saya beriman kepada rasulullah saw. Dan apa yang disabdakan-nya

C.  RUKUN IMAN

S : Ada berapakah rukun iman itu ?

J : Rukun iman itu ada enam, Yaitu :
  1. Aamantu billaahi Artinya : Saya beriman lepada Allah Ta’ala
  2. Wa mala’ikatihi. Artinya : Dan saya beriman kepada malaikat-malaikat-nya
  3. Wa kutubihi. Artinya : Dan saya beriman kepada kitab-kitab-nya.
  4. Wa rusulihi. Artinya : Dan saya beriman kepada utusan-utusan-nya.
  5. Wal-yaumil-‘aakhiri. Artinya : Dan saya beriman kepada hari kemudian {kiamat}.
  6. Wal-qadri khairihi wa syarruhi minallaahi Ta’aala 

Artinya :
Dan saya beriman kepada ketentuan Allah Ta’ala yang baik yang buruk

1. Iman Kepada Allah
    S : Bagaimanakah keimananmu kepada Allah. ?
    J : Kami beriman kepada Allah Ta’ala. Dan Allah itu wajib adanya lagi maha Esa.
      
Tanda wajib adanya Allah, yaitu adanya alam smesta ini .Allah yang menciptakan tujuh lapis langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Allah bersifat sempurna, tidak ada yang menyerupainya-nya Maha suci Allah , Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mngetahui gerak-gerik hati semua makhluk-nya, yakni mengetahui segala perbuatan makhluk-nya yang lahir maupun batin lagi Maha kuasa, dan hidup kekal selama-lamanya.

2. Iman Kpada Malaikat Allah
S : Bagaimana keimananmu kepada malaikat Allah ?
J : Kami beriman kepada semua malaikat Allah. Malaikat itu adalah pesuruh Allah yang senantiasa taat dalam menjalankan segala perintah Allah Ta’ala yang telah diwajibkan kepadanya . malaikat itu tidak berayah, tidak beribu dan tidak pula berjenis kelamin. Mereka di ciptakan Allah dari badan yang halus {jismil-latiif]. Tidak mempunyai hawa nafsu.
Hanya mempunyai akal. Oleh sebab itu, mereka tidak pernah durhaka kepada Allah sejak diciptakanya sampai hari kiamat.Mereka memenuhi langit dan bumi. Mereka tidak membutuhkan tempat seperti makhluk-makhluk lainya, sebab badanya seperti cahaya. Malaikat itu jumlahnya banyak tak terhingga. Hanya Allah yang mengetahuinya. Adapun yang wajib diketahui ada sepuluh malaikat. Yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Raqib, Atid, Mumgkar, Nakir, Malik, dan Ridwan.

S : Apakah tugas mereka itu ?
J : 1. Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul.
    2. Malaikat Mikail, bertugas menyampaikan rezeki kepada makhluk hidup, termasuk juga mengatur hujan dan angin.
    3. Malaikat Israfil, bertugas membunyikan terompet yang amat besar {nafakh} di bunyikan dua kali jika telah sampai waktunya: tiupan pertama mematikan seluruh makhluk, dan tiupan kedua menghidupkan segala yang telah mati.
     4. Malaikat Izrail, bertugas mencabut roh {nyawa}. Karena tugasnya mencabut nyawa, maka Malaikat Izrail disebut juga Malaikat maut.
     5. Malaikat Raqib, bertugas mencatat perbuatan baik dari jin dan juga manusia.
     6. Malaikat Atid, bertugas mencatat perbuatan buruk dari jin dan juga manusia.
     7. Malaikat Munkar.
     8. Malaikat Nakir, keduanya bertugas sebagai penanya perbuatan baik dan jahat manusia di dalam kubur.
     9. Malaikat Malik bertugas menjaga nneraka.
     10. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga.
3. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
S : Bagaimanakah keimananmu kepada kitab-kitab Allah ?
J : Kami beriman kepada semua kitab Allah. Adapun kitab yang diturunkan Allah kepada rasul –Nya itu banyak. Tetapi hanya Allah yang mengetahui. Sedangkan yang wajib diketahui hanya 4 buah kitab, dan 100 suhuf.
Kitab artinya berjilid, sedangkan suhuf artinya lembaran. Adapun kitab yang empat itu ialah :
1. Taurat : Dalam bahasa Ibrani, diturunkan Allah kepada Nabi  Musa As.
2. Injil      : Dalam bahasa suryani, diturunkan Allah kepada nabi Isa As.
3. Zabur   : Dalam bahasa Qibthi, diturunkan Allah kepada nabi Daud AS.
4. Furqan : {Al-Qur’an} Dalam bahasa Arab, diturunkan Allah kepada nabi Muhammad saw.
Adapun yang seratus suhuf, diturunkan Allah kepada tiga orang Nabi, yaitu :
60 Suhuf kepada Nabi Syits As.
30 Suhuf kepada Nabi Ibrahim As.
10 Suhuf kepada Nabi Musa As.
Kandungan isi semua kitab dan suhuf itu sama , yaitu mendidik dan menuntun manusia ke jalan kebahagian dan supaya taat kepada Allah. Yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan=nya
4. Iman Kepada Rasul Allah
S : Bagaimanakah keimananmu kepada rasul-rasul Allah ?
J : Kami beriman kepada rasul-rasul Allah. Rasul ialah pesuruh Allah untuk memimpin dunia serta membimbing manusia agar mengetahui bahwa keberadaannya di dunia ini diciptakan Allah. Oleh karena itu diwajibkan kepada para rasul dan para nabi menyampaikan kepada semua manusia untuk taat beribadah kepada-Nya, serta agar keluar dari kesesatan penyembahan tuhan yang bukan sebenarnya tuhan. Umpamanya mempertuhankan matahari, bulan, bintang, manusia, berhala, dan sebagainya, Jumlah rasul ada 313 orang dan jumlah nabi sangat banyak hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Sedangkan yang wajib diketahui ada dua puluh lima yaitu :
1. Adam 2.Idris 3. Nuh  4. Hud 5. Luth   6. Shalehb   7. Ibrahim   8. Ismail   9. Isha k 10. Ya’qub  11. Yusuf 12. Ayub  13. Syuaib   14. Musa 15. Harun  16. Ilyas 17. Dulkifli 18, Daud 19. Sulaiman  20. Ilyas  21. Yunus 22. Zakaria  23. Yahya  24. Isa   25. Muhammad saw.
Umat Islam tidak boleh membeda-bedakan antara para rasul dan para nabi, karena mereka itu mempunyai empat sifat wajib yaitu :
1. Shidiq artinya benar {lurus}
2. Amanah artinya dapat dipercaya 
 1.Tabligh artinya menyampaikan
4. Fathanah artinya bijaksana {pandai}
Dan mnusia wajib yakin,  bahwasanya para rasul dan nabi adalah manusia, berkelakuan seperti manusia juga yaitu makan, minum, tidur, bisa sakit, mati dan sebagainya, Oleh karena itu janganlah sekali-kali diangkat {diakui} sebagai anak tuhan atau bersifat ketuhanan.
5. Iman Kepada Hari Kemudian {Kiamat}
S : Bagaimanakah keimanan terhadap hari kemudian {kiamat} ?
J : Kami beriman kepada hari kemudian. Yakni hari kiamat atau hari pembalasan. Yang pasti akan dating, tidak seorang pun yang mengetahui, hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Pada hari kiamat itu, Allah Ta’ala akan menanyai semua makhluk-Nya terhadap apa yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Jika perbuatannya baik dan taat kepada Allah Ta’ala. Yakni mengerjakan segala perintah Allah Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Allah membalas dengan kebaikan,  dan ditetapkan di surga yang amat mulia. Tetapi sebaliknya, jika perbuatannya jahat dan durhaka kepada Allah, yakni tidak menurut perintah Allah Ta’ala, tidak mau belajar agama Islam dan sebagainya. Niscaya dibalas Allah dengan kejahatan juga, yaitu disiksa dengan siksaan yang amat pedih dan dimasukkan ke dalam neraka jahanam.
Inilah bukti firman Allah di dalam kitab suci AL-Qur’an surat Al-Zalzalah, ayat 7-8
Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah. Wa man ya;mal mitsqaala dzarratin syarran yarah.
 Artinya :
Barangsiapa yang mengerjakan kebaiikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat {balasan-Nya}. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat {balasa-Nya} pula.
6. Iman Kepada Qadar {Ketentuan Allah Yang Baik Dan Buruk}
S : Bagaimanakah keimananmu terhadap qadar, atau ketentuan baik buruk yang datang dari 
Alah Ta’ala ?
J : Kami beriman kepada qadar. Yakni takdir Allah. Bahwasanya apa saja yang terjadi atas diri seseorang itu semuanya dari Allah Ta’ala, yakni telah  ditakdirkan Allah yang menyusun dan menentukan segala yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Bagi manusia ada usaha dan ikhtiar. Usaha dan ikhtiar manusia itu tidak dapat tercapai. Jika tidak sesuai dengan kehendak Allah yang memiliki alam smesta ini. Semua pikiran dan usaha-usaha manusia yang telah tercapai bukanlah karena kepandaiannya, namun semuanya itu telah diturunkan Allah yang maha adil dan maha kuasa. Bahkan pikiran dan akal yang ada padanya itu. Semuanya karunia dan anugerah dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, setiap manusia yang benar-benar beriman kepaa qadar Allah, tentu tidak akan menyesal dengan sesuatu yang menimpa atas dirinya, Begitu pula ia tidak akan takabur {sombong} ketika memperoleh kesenangan {kekayaan} di dunia ini.
Rukun iman yang ke enam mendidik dan membina manusia agar sabar terhadap bencana yang menimpa dirinya, dan supaya senantiasa sersyukur atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya.

no image

TAUHID DAN AGAMA

A. Tauhid Dan Agama

S : Wajibkah kita beragama ?

J : Tentu, kita wajib beragama.

S : Apakah arti agama ?

J : Agama ialah peraturan mengenai perintah dan larangan Tuhan, yang dibawa oleh junjungan kita Nabi Muhammad saw. untuk seluruh manusia. 

S : Apakah misal larangan Tuhan itu ?

J : Misalnya : Shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menuntut ilmu, belajar membaca Al-Qur'an dan sebagainya.

S : Apakah misal larangan Tuhan itu ?

J : Misalnya : Mencuri, berjudi, berzina, durhaka, menipu orang, meminum minuman keras, berdusta dan sebagainya.

S : Siapakah Tuhan yang wajib kamu sembah ?

J : Allah Ta'ala, yang tiada sekutu baginya, itulah Tuhan kami yang wajib kami sembah selama-lamanya, yang menjadikan tujuh lapis langit dan bumi, serta sekalian isinya.

S : Berapakah Tuhanmu itu ?

J : Tuhan kami hanya satu. Yaitu Allah Ta'ala, Tuhan yang maha Esa.

S : Kalau dua, tiga bagaimana ?

J : Jika Tuhan itu dua atau tiga, tentu tidak akan ada alam ini, karena tidak kuasa.

S : Mengapa tidak kuasa ?

J : Sebab apabila Tuhan yang satu telah menjadikan suatu benda, maka Tuhan yang lain tidak kuasa lagi.

S : Kalau berdua menjadikan bagaimana ?

J : Itu tidak mungkin terjadi juga, Karena baratnya dua orang pengarang tentulah karangannya tidak sama.

S : Apakah alam itu ?

J : Sifat alam adalah baru, Karena adanya itu ialah setelah dari tidak adanya.

S : Apakah misalnya ?

J : Misalnya : Rumah, sekolah, mobil, pesawat terbang, radio dan lain sebagiannya, sekarang ada, sebelumnya tidak ada.

S : Adakah Allah Ta'ala berayah ibu ?

J : Tidak, Allah Ta'ala tidak berayah dan tidak pula beribu.

S : Siapakah yang menciptakan Allah itu ?

J : Sekali-kali tidak ada yang menciptakannya

S : Kalau begitu Allah itu ada dengan sendirinya.

J : Maha suci Allah, Allah  itu ada dengan sendirinya.

S : Apakah Allah itu bisa mati ?

J : Tidak, Allah SWT.hidup selamanya.

S : Kalau Allah SWT. Mati bagaimana ?

J : Tentu sama dengan alam yang baru.

S : Apakah Allah mempunyai anak atau beranak ?

J : Tidak, Allah tidak mempunyai anak dan tidak beranak.

S : Apakah Allah Ta'ala berteman ?

J : Tidak, sekali-kali Allah Ta'ala tidak berteman dan tidak pula bersaudara.

S : Siapakah nabimu ?

J : Muhammad saw. Itu nabi kami.

S : Siapakah Muhammad saw. Itu ?

J : Yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mhutalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusai bin Kilab, bangsa Arab Quraisy.

S : Siapakah ibunya ?

J : Ibunya bernama Aminah binti Wahab bangsa Quraisy.

S : Dimanakah dia dilahirkan ?

J : Di negeri Mekkah, hari senin tanggal 12 Rabi'ul Awwal tahun gajah.

S : Kalau masehi tanggal berapa ?

J : Tanggal 20 April tahun 571 M

S : Apakah peganganmu ?

J : Al-Qur'an dan hadist nabi itulah pegangan kami.

S : Apakah ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist itu ?

J : Adapun ayat-ayat Al-Qur'an adalah firman Allah Ta'ala, dan Hadist adalah sabda Rasulullah saw.

S : Apakah agamamu ?

J : Islam itu agama kami.

Jumat, 20 November 2015
Dua Kalimat Syahadat

Dua Kalimat Syahadat

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.


Mengucap dua kalimat syahadat merupakan Rukun Islam yang pertama. Lafadz inilah dimana seseorang memulai menjadi seorang Muslim.

Dua kalimat Syahadat adalah dua kalimat kesaksian yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri sebagai orang Islam (Muslim).


Lafadz dua kalimat syahadat :


"ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH."

Artinya:

"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah utusan Allah."

Jika seseorang yang bukan Islam membaca dua kalimat syahadat ini dengan sungguh-sungguh, yaitu membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang ia ucapkan, maka dianggap masuklah dia ke dalam agama Islam. Dan ia berkewajiban mengerjakan rukun Islam.

Makna dua kalimah Syahadat atau disebut juga Syahadattain adalah:

1. Syahadat Tauhid.
Artinya menyaksikan ke-Esaan Allah subhanahu wa ta'ala.

2. Syahadat Rasul.
Artinya menyaksikan dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam


A. RUKUN SYAHADAT

Rukun syahadat itu ada empat. yaitu :
  1. Menetapkan dzat Allah Ta’ala  (berdiri dengan sendirinya).
  2. Menetapkan sifat Allah Ta’ala (berkuasa).
  3. Menetapkan af’al Allah Ta’ala (berbuat dengan sekehendak-nya).
  4. Menetapkan kebenaran Rasulullah saw.

B.  SYARAT  SYAHADAT

Syarat kesempurnaan syahadat itu ada empat, yaitu :
  1. Memahami maksud syahadat.
  2. Diikrarkan dengan lidah yakni dibaca dari pemulaan hingga akhirnya.
  3. Meyakini dalam hati,yakni tidak ragu lagi.
  4. Diamalkan dengan anggota badan, yaitu hati dan perbuatan wajib menolak segala sesuatu yang  menyalahi arti atau maksud dua kalimat syahadat itu.


C. YANG MERUSAK SYAHADAT

Adapun yang dapat merusak syahadat ada empat yaitu:
  1. Menyekutukan {menduakan} Allah.
  2. Ragu akan adanya Allah.
  3. Menyangkal dirinya diciptakan Allah.
  4. Menyangkal bahwa peredaran alam smesta ini diatur oleh Allah Ta’ala.
 
Jadi dalam pelaksanaannya, dua kalimat syahadat ini selain diucapkan, namun juga harus dipahami maknanya dan dibenarkan dalam hatinya.

Karena jika hanya diucapkan dengan lisan saja, belum tentu hatinya memahami dan mempercayainya.

Syarat paling utama bagi seseorang untuk dapat disebut sebagai Muslim adalah ia harus mengikrarkan dua kalimat syahadat di atas dengan penuh keikhlasan , kejujuran, dan kesadaran sepenuhnya, tulus dari dalam hati.

Secara lahiriah, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, seseorang sudah dapat kita sebut sebagai Muslim. Adapun bagaimana dengan hatinya, itu adalah urusan Allah Subhannahu Wa Ta'ala yang Maha Mengetahui yang tampak (lahir) maupun yang yang tidak tampak (ghaib).

Seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat berarti ia telah melakukan sumpah setia dihadapan Allah, dirinya telah bersaksi bahwa hanya Allah yang disembahnya, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusannya yang membawa ajaran-ajaran segala perintah dan larangan Allah kepada seluruh umat manusia.

Setelah kesaksiannya itu, dia harus melakukan shalat, puasa, zakat, dan akhirnya haji jika mampu, yang merupakan rukun-rukun Islam yang lainnya sekaligus sebagai penyempurnaan Islamnya.

Semoga bermanfaat.
Mohon ma'af jika ada kesalahan.

Wassallamu'alaikum. Wr. Wb.
Copyright © Taat Islam All Right Reserved
Designed by Harman Singh Hira @ Open w3.