A. POKOK IMAN
S : Berapakah pokok iman itu ?
J : Poko iman itu ada tiga, yaitu :
- Iman Ilahiyyat artinya : iman yang berkaitan {ta’alluk} dengan tuhan {Allah SWT.}
- Iman Nabaqiyyat Artinya : iman yang berkaitan {ta’alluk} dengan semua nabi.
- Iman sam’iyyat : Artinya iman yang berkaitan {Ta’alluk} dengan firman Allah dan sabda rasulullah saw.
B. NAMA IMAN
S : Ada berapakah nama iman ?
J : Nama iman itu ada dua .
- Yaitu. Aamantu billaahi wa bimaa qaalallaah. Artinya : Saya beriman kepada Allah Ta’la, dan apa yang difirmankan-nya
- Yaitu. Aamantu bir-rasuuli wa bimaa qaalar –rasul. Artinya : Saya beriman kepada rasulullah saw. Dan apa yang disabdakan-nya
C. RUKUN IMAN
S : Ada berapakah rukun iman itu ?
J : Rukun iman itu ada enam, Yaitu :
- Aamantu billaahi Artinya : Saya beriman lepada Allah Ta’ala
- Wa mala’ikatihi. Artinya : Dan saya beriman kepada malaikat-malaikat-nya
- Wa kutubihi. Artinya : Dan saya beriman kepada kitab-kitab-nya.
- Wa rusulihi. Artinya : Dan saya beriman kepada utusan-utusan-nya.
- Wal-yaumil-‘aakhiri. Artinya : Dan saya beriman kepada hari kemudian {kiamat}.
- Wal-qadri khairihi wa syarruhi minallaahi Ta’aala
Artinya :
Dan saya beriman kepada ketentuan Allah Ta’ala yang baik yang buruk
1. Iman Kepada Allah
S : Bagaimanakah keimananmu kepada Allah. ?
J : Kami beriman kepada Allah Ta’ala. Dan Allah itu wajib adanya lagi maha Esa.
Tanda wajib adanya Allah, yaitu adanya alam smesta ini .Allah yang menciptakan tujuh lapis langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya. Allah bersifat sempurna, tidak ada yang menyerupainya-nya Maha suci Allah , Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mngetahui gerak-gerik hati semua makhluk-nya, yakni mengetahui segala perbuatan makhluk-nya yang lahir maupun batin lagi Maha kuasa, dan hidup kekal selama-lamanya.
2. Iman Kpada Malaikat Allah
S : Bagaimana keimananmu kepada malaikat Allah ?
J : Kami beriman kepada semua malaikat Allah. Malaikat itu adalah pesuruh Allah yang senantiasa taat dalam menjalankan segala perintah Allah Ta’ala yang telah diwajibkan kepadanya . malaikat itu tidak berayah, tidak beribu dan tidak pula berjenis kelamin. Mereka di ciptakan Allah dari badan yang halus {jismil-latiif]. Tidak mempunyai hawa nafsu.
Hanya mempunyai akal. Oleh sebab itu, mereka tidak pernah durhaka kepada Allah sejak diciptakanya sampai hari kiamat.Mereka memenuhi langit dan bumi. Mereka tidak membutuhkan tempat seperti makhluk-makhluk lainya, sebab badanya seperti cahaya. Malaikat itu jumlahnya banyak tak terhingga. Hanya Allah yang mengetahuinya. Adapun yang wajib diketahui ada sepuluh malaikat. Yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Raqib, Atid, Mumgkar, Nakir, Malik, dan Ridwan.
S : Apakah tugas mereka itu ?
J : 1. Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul.
2. Malaikat Mikail, bertugas menyampaikan rezeki kepada makhluk hidup, termasuk juga mengatur hujan dan angin.
3. Malaikat Israfil, bertugas membunyikan terompet yang amat besar {nafakh} di bunyikan dua kali jika telah sampai waktunya: tiupan pertama mematikan seluruh makhluk, dan tiupan kedua menghidupkan segala yang telah mati.
4. Malaikat Izrail, bertugas mencabut roh {nyawa}. Karena tugasnya mencabut nyawa, maka Malaikat Izrail disebut juga Malaikat maut.
5. Malaikat Raqib, bertugas mencatat perbuatan baik dari jin dan juga manusia.
6. Malaikat Atid, bertugas mencatat perbuatan buruk dari jin dan juga manusia.
7. Malaikat Munkar.
8. Malaikat Nakir, keduanya bertugas sebagai penanya perbuatan baik dan jahat manusia di dalam kubur.
9. Malaikat Malik bertugas menjaga nneraka.
10. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga.
3. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
S : Bagaimanakah keimananmu kepada kitab-kitab Allah ?
J : Kami beriman kepada semua kitab Allah. Adapun kitab yang diturunkan Allah kepada rasul –Nya itu banyak. Tetapi hanya Allah yang mengetahui. Sedangkan yang wajib diketahui hanya 4 buah kitab, dan 100 suhuf.
Kitab artinya berjilid, sedangkan suhuf artinya lembaran. Adapun kitab yang empat itu ialah :
1. Taurat : Dalam bahasa Ibrani, diturunkan Allah kepada Nabi Musa As.
2. Injil : Dalam bahasa suryani, diturunkan Allah kepada nabi Isa As.
3. Zabur : Dalam bahasa Qibthi, diturunkan Allah kepada nabi Daud AS.
4. Furqan : {Al-Qur’an} Dalam bahasa Arab, diturunkan Allah kepada nabi Muhammad saw.
Adapun yang seratus suhuf, diturunkan Allah kepada tiga orang Nabi, yaitu :
60 Suhuf kepada Nabi Syits As.
30 Suhuf kepada Nabi Ibrahim As.
10 Suhuf kepada Nabi Musa As.
Kandungan isi semua kitab dan suhuf itu sama , yaitu mendidik dan menuntun manusia ke jalan kebahagian dan supaya taat kepada Allah. Yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan=nya
4. Iman Kepada Rasul Allah
S : Bagaimanakah keimananmu kepada rasul-rasul Allah ?
J : Kami beriman kepada rasul-rasul Allah. Rasul ialah pesuruh Allah untuk memimpin dunia serta membimbing manusia agar mengetahui bahwa keberadaannya di dunia ini diciptakan Allah. Oleh karena itu diwajibkan kepada para rasul dan para nabi menyampaikan kepada semua manusia untuk taat beribadah kepada-Nya, serta agar keluar dari kesesatan penyembahan tuhan yang bukan sebenarnya tuhan. Umpamanya mempertuhankan matahari, bulan, bintang, manusia, berhala, dan sebagainya, Jumlah rasul ada 313 orang dan jumlah nabi sangat banyak hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Sedangkan yang wajib diketahui ada dua puluh lima yaitu :
1. Adam 2.Idris 3. Nuh 4. Hud 5. Luth 6. Shalehb 7. Ibrahim 8. Ismail 9. Isha k 10. Ya’qub 11. Yusuf 12. Ayub 13. Syuaib 14. Musa 15. Harun 16. Ilyas 17. Dulkifli 18, Daud 19. Sulaiman 20. Ilyas 21. Yunus 22. Zakaria 23. Yahya 24. Isa 25. Muhammad saw.
Umat Islam tidak boleh membeda-bedakan antara para rasul dan para nabi, karena mereka itu mempunyai empat sifat wajib yaitu :
1. Shidiq artinya benar {lurus}
2. Amanah artinya dapat dipercaya
1.Tabligh artinya menyampaikan
4. Fathanah artinya bijaksana {pandai}
Dan mnusia wajib yakin, bahwasanya para rasul dan nabi adalah manusia, berkelakuan seperti manusia juga yaitu makan, minum, tidur, bisa sakit, mati dan sebagainya, Oleh karena itu janganlah sekali-kali diangkat {diakui} sebagai anak tuhan atau bersifat ketuhanan.
5. Iman Kepada Hari Kemudian {Kiamat}
S : Bagaimanakah keimanan terhadap hari kemudian {kiamat} ?
J : Kami beriman kepada hari kemudian. Yakni hari kiamat atau hari pembalasan. Yang pasti akan dating, tidak seorang pun yang mengetahui, hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Pada hari kiamat itu, Allah Ta’ala akan menanyai semua makhluk-Nya terhadap apa yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Jika perbuatannya baik dan taat kepada Allah Ta’ala. Yakni mengerjakan segala perintah Allah Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Allah membalas dengan kebaikan, dan ditetapkan di surga yang amat mulia. Tetapi sebaliknya, jika perbuatannya jahat dan durhaka kepada Allah, yakni tidak menurut perintah Allah Ta’ala, tidak mau belajar agama Islam dan sebagainya. Niscaya dibalas Allah dengan kejahatan juga, yaitu disiksa dengan siksaan yang amat pedih dan dimasukkan ke dalam neraka jahanam.
Inilah bukti firman Allah di dalam kitab suci AL-Qur’an surat Al-Zalzalah, ayat 7-8
Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah. Wa man ya;mal mitsqaala dzarratin syarran yarah.
Artinya :
Barangsiapa yang mengerjakan kebaiikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat {balasan-Nya}. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat {balasa-Nya} pula.
6. Iman Kepada Qadar {Ketentuan Allah Yang Baik Dan Buruk}
S : Bagaimanakah keimananmu terhadap qadar, atau ketentuan baik buruk yang datang dari
Alah Ta’ala ?
J : Kami beriman kepada qadar. Yakni takdir Allah. Bahwasanya apa saja yang terjadi atas diri seseorang itu semuanya dari Allah Ta’ala, yakni telah ditakdirkan Allah yang menyusun dan menentukan segala yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Bagi manusia ada usaha dan ikhtiar. Usaha dan ikhtiar manusia itu tidak dapat tercapai. Jika tidak sesuai dengan kehendak Allah yang memiliki alam smesta ini. Semua pikiran dan usaha-usaha manusia yang telah tercapai bukanlah karena kepandaiannya, namun semuanya itu telah diturunkan Allah yang maha adil dan maha kuasa. Bahkan pikiran dan akal yang ada padanya itu. Semuanya karunia dan anugerah dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, setiap manusia yang benar-benar beriman kepaa qadar Allah, tentu tidak akan menyesal dengan sesuatu yang menimpa atas dirinya, Begitu pula ia tidak akan takabur {sombong} ketika memperoleh kesenangan {kekayaan} di dunia ini.
Rukun iman yang ke enam mendidik dan membina manusia agar sabar terhadap bencana yang menimpa dirinya, dan supaya senantiasa sersyukur atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya.